WARTA & ARTIKEL DAKWAH

Kumpulan Tulisan, Berita Kegiatan & Catatan Ilmu

Menghimpun risalah hikmah, pengumuman jadwal istighosah, dan dokumentasi khidmah majlis Al-Ashkhabiyyah.

22 Sep 2025 • Admin

Pesan Terakhir Mbah untuk Semua Jamaah Al-Ashkhabiyyah

Pada 22 September 2025, KH. Masda Andi meninggalkan pesan terakhir yang sangat berharga untuk seluruh jamaah Al-Ashkhabiyyah: “Dadi o menungso sing iso nguwehi kesejukan marang kuabeh menungso sing gersang, nguwehi harapan marang menungso sing putus asa, mergo kuabeh menungso kui nduweni potensi/kesempatan kanggo memperbaiki keadaane dewek nganti ajal menjemputnya.” Mbahé mengingatkan kita: eling-elingen iki… zaman wis akhir, angel mbedakke ndi putih ndi ireng… ojo gampang ketipu penampilan. Semoga pesan ini menjadi pepeling, ora mung kanggo kulo, nanging uga kanggo panjenengan sedoyo. Marilah kita selalu mengingat dan mengamalkan nasihat ini dalam kehidupan sehari-hari.

22 Sep 2025 • Admin

Pesan Mbah: Ilmu, Riyadloh, dan Akhlak

Kesimpulan Pesan Mbah Wingi Sore Nabi Sulaiman sukses dalam 90 tahun, sedangkan Nabi Nuh sukses dalam 900 tahun. Namun, dalam Al-Qur’an, yang disebut ulul ‘azmi adalah Nabi Nuh. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan dilihat dari besarnya kesulitan dan perjuangan, bukan dari banyaknya pengikut. Orang yang memiliki ilmu dan dibarengi dengan riyadloh berbeda hasilnya dengan yang tidak. Riyadloh yang paling utama adalah istiqomah. Tetap belajar/ngaji sebisa dan sekuat kemampuanmu. Kalau sampai tubuhmu tidak kuat sampai tidak bisa makan, itu sudah kelihatan. Cari penghasilan lewat kerja, bukan dengan berdagang agama. Agama tidak menjanjikan kekayaan, tapi agama memastikan manusia memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik. Tulisan guruku, Kh Masda Andi, pada 22 September 2025.

08 Sep 2025 • Admin

Penting untuk Disampaikan: Panduan Ziarah agar Tidak Terjebak Kesyirikan

(Catatan Haul Mbah Ahmad) INI PENTING SAYA SAMPAIKAN…….. Kami himbau dan mengajak dengan sangat semuanya bisa hadir nanti malam Haul Mbah Ahmad dengan ziaroh di pesareanya,Tahlil akan dimulai jam 21.00 WIB. Baca dibawah ini sampai selesai untuk dijadikan panduan dalam berziarah ke makam orrang2 sholeh manapun, agar tidak terjebak dalam kesyirikan……( jangan dikomentari dulu sebelum selsai saya menulis) “Jika ada seseorang yang meninggal dunia dan dia termasuk ke dalam golongan jiwa yang suci sebelum meninggalkan tubuhnya (mati), maka ia akan tetap tinggal selamanya di alam ruh dalam keadaan penuh kebahagiaan bersama dengan akal-akal dan jiwa-jiwa [fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”][yang tenang] dan dapat memberikan pengaruh [terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi] di dunia seperti halnya pengaruh yang dipancarkan oleh akal-akal langit. ( IBNU SINA ) Jadi tujuan dari doa dan ziarah (menziarahi kubur orang suci) ialah agar orang-orang yang berziarah tersebut berinteraksi dengan orang suci yang diziarahi untuk mendapat kekuatan yang mendatangkan kebaikan atau menolak kemudaratan (BAHASANE WONG DEMPOK: ngalap berkah/gandolan)…dan tentunya, jiwa-jiwa (orang yang soleh) yang diziarahi tersebut, karena berkedudukan sama dengan akal-akal langit dan karena tinggal berdekatan dengan mereka, dapat  memberikan pengaruh secara sempurna (terhadap peristiwa di dunia) tergantung kepada berbagai kondisi dan situasi.” Jika kita kaitkan dengan pandangan bahwa orang suci yang telah mati tinggal di dekat bintang-bintang imaginasi, maka akan dapat dipastikan bahwa mereka, kata Ibnu Sina, juga memiliki kekuatan untuk menalar, berfikir, bertindak atau bahkan memengaruhi kehidupan di bumi. Dan jika kita kaitkan lagi dengan orang-orang yang menziarahi wali-wali suci, bisa dipastikan, masih menurut Ibnu Sina, bahwa orang tersebut akan mendapat keberkahan yang nyata berdasarkan kepada kekuatan yang dipancarkan oleh orang yang suci tersebut. Singkatnya, Ibnu Sina percaya bahwa menziarahi orang-orang suci yang sudah meninggal itu dapat mendatangkan kebaikan dan keberkahan. Selain itu, mereka juga dapat berkomunikasi dengan baik dengan orang-orang yang masih hidup dengan catatan masing-masing memiliki hati yang bersih. Jika pandangan ini dapat diterima, maka cerita tentang bagaimana Ibnu Taymiyyah, sosok ulama yang diklaim sebagai leluhurnya gerakan Wahabi , menyelesaikan persoalan-persoalan waris dari alam kubur atau cerita mengenai bagaimana Gus Dur berbicara dengan Mbah Mutamakkin dan para wali lainnya dari alam kuburnya bisa juga diterima jika dibaca dari perspektif sinawiyan ini. Ada banyak cerita, misalnya, tentang seseorang yang ingin terpilih sebagai DPR, atau ingin menjadi kaya raya, atau ingin terlepas dari hutang, dan ternyata solusinya ialah ziarah ke makam wali dan itu berhasil. Di sini bukan soal meminta pertolongan ke wali, tapi si peziarah dalam perspektif Ibnu Sina, sedang menyerap energi positif (bahasane awak dewe: ngalap berkah) dari pancaran rahmat yang pernah Allah karuniakan kepada ahli kubur semasa hidupnya, untuk kemudian dapat dimanfaatkannya untuk berbagai keperluan atau maksud yang dituju. Namun persoalannya, rasionalkah pandangan demikian? Jawabnya, apapun argumennya, jika masalah ini dilihat dari sudut pandang yang logis, rasional dan positifistik, tentu tidak akan dapat diterima . Peristiwa seperti ini hanya bisa dipahami lewat jiwa , bukan rasio. Sebab, kemampuan rasio hanya mampu memahami yang tercerap secara inderawi sedangkan kemampuan jiwa dapat memahami realitas yang tak terindera, tentu jika dilatih dengan baik melalui zikir dan ritual-ritual tertentu. Dan menariknya, filosof sekaliber Ibnu Sina, yang sangat terkenal dalam jagad raya pemikiran filsafat Islam dan pengaruh pemikirannya yang besar terhadap para pemikir setelahnya, mengakui kemungkinan orang mati masih bisa berinteraksi dengan orang hidup semoga bisa menambah wawasan keilmuan dan menambah keyaqinan yang benar sesuai syariat dalam berziaroh serta semoga bermanfaat. [/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

28 Aug 2025 • Admin

Pesan Mbah Hasyim untuk Rutinan Dalilul Khoirot & Maulidur Rosul

Tanggal: 28 Agustus 2025 Sumber: Ilmu dari guru di grup jamiyah “Pesan MBAH HASYIM untuk mendatangi acara rutinan DALILUL KHOIROT sekaligus MAULIDUR ROSUL, hanya KHUSUS MALAM JUMAT KLIWON BESOK dan rutinan di Malang: Berwudlu lebih dahulu dengan sempurna sebelum berangkat (wudlu dari rumah). Dalam keadaan masih basah-basah dengan air wudlu, membaca “SHOLLALLOHU ’ALA MUHAMMAD” 33 X tanpa diselingi pembicaraan. Lalu diusapkan ke wajahnya dan membaca doa sehabis wudlu. Kemudian melakukan sholat sunnah dua rokaat dengan niat sholat sunnah wudlu. Surat rokaat pertama Al Kafirun dan rokaat kedua Al Ikhlas. Setelah salam, membaca dzikir: istighfar 21 x, subhanalloh 3x, Alhamdulillah 3x, Allohu Akbar 3x, dan sholawat Shollalloh ’ala Muhammad 3x. Lalu berdoa di bawah ini. Tidak ada kewajiban harus menjalankan 👆. Saya hanya menyampaikan pesan Mbah Hasyim ini dari kitab AN NUR AL MUBIN FI MAHABBAT SAYYID AL MURSALIN yang pernah dibaca P. Ustd Bahrul di majlis Ashkhabiyyah. Bagi yang mau silahkan, yang tidak mau juga sah-sah saja. 🙏

22 Aug 2025 • Admin

Haqqul Adam dan Pentingnya Membayar Hutang

Pada tanggal 22 Agustus 2025, Guru pengasuh Jamiyah Al-ashkhabiyyah menulis di grup tentang haqqul adam. Berikut kutipannya: “Kene dititeni yo…..haqul adam kuwi uabooooot….nggawe salah nang menungso kuwi luwih angel njaluk pengampunane daripada nggawe salah garo Pengeran….maka nang kesempatan iki “ aku njaluk di ikhlasno/disepuro segala kesalahane/kehilafan ucapan atau prilakune kulo selama niki, umpami kulo pernah nduwe utang bondo atau utang janji, monggo di tagih……semoga dosa/khilaf ucapan/perbuatan kita sesama jamaah bener2 saling sepuro, selain hutang piutang. ….. 🙏 SEBAB……. Cara cara kita membayar hutang akan menjadi cerminan piye bakale rezekine awak dewe sing akan datang. Mempersulit membayar hutang pasti akan menyempitkan seluruh pintu2 rezekine awak sewe dimasa yg akan datang, tur yi ngrusak harga diri kita. DEMI ALLOH JANGAN PERNAH MENYEPELEKAN HUTANG WALAU SAK RUPIAH…..” Dari tulisan beliau, kita bisa mengambil beberapa pelajaran penting: Haqqul Adam atau hak manusia adalah hal yang sangat berat. Membuat salah kepada sesama manusia lebih sulit dihapus daripada salah kepada Tuhan jika tidak dibarengi dengan permintaan maaf dan pengikhlasan. Kesempatan meminta maaf dan menyelesaikan hutang atau janji sangat penting. Tidak hanya menghapus dosa atau khilaf, tetapi juga menjaga hubungan baik antar sesama jamaah. Cara kita menyelesaikan hutang dan kewajiban mencerminkan masa depan rezeki dan harga diri kita. Mempermudah pembayaran hutang akan membuka pintu rezeki, sementara mempersulit akan menyempitkannya. Hutang sekecil apa pun harus diperhatikan. Mengabaikannya, walau hanya satu rupiah, bisa berdampak besar bagi kehidupan dan kehormatan kita. Kutipan ini menjadi pengingat bahwa menjaga amanah, baik berupa ucapan, perbuatan, maupun harta, adalah bagian dari jalan hidup yang diberkahi. Semoga kita semua bisa sepuro dan ikhlas dalam menyelesaikan hak sesama manusia, agar hati dan rezeki kita juga terbuka.

19 Aug 2025 • Admin

Himbauan Penting Menjelang Arba’ Mustamir (Rebo Wekasan)

Menjelang masuk waktu Maghrib, akan dimulai Arba’ Mustamir (Rebo Wekasan). Sehubungan dengan itu, guru kami menyampaikan himbauan penting kepada seluruh jamaah, khususnya Jamiyah Al-Asykhabiyyah Dempok. ⚠️ DILARANG KERAS (HARAM) melakukan sholat dengan niat khusus “Sholat Rebo Wekasan”. Hal ini perlu ditegaskan karena tidak ada dasar syariat yang shahih yang mensyariatkan sholat dengan niat tersebut. Mengada-adakan bentuk ibadah dengan niat dan tata cara yang tidak bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah, maupun tuntunan ulama mu’tabar, termasuk perbuatan bid’ah yang terlarang. 👉 Yang dianjurkan: Tetap melaksanakan sholat wajib dan sunnah rawatib seperti biasa Memperbanyak dzikir, doa, istighfar, dan sholawat Menjaga adab, tawakal, dan husnudzon kepada Allah SWT Semoga kita semua dijaga dari kekeliruan dalam beribadah dan diberi taufik untuk mengikuti jalan yang lurus sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ dan para ulama. 🗓 Selasa, 19 Agustus 2025 ⏰ 15:27 WIB Wallāhu a‘lam bisshawāb.

18 Aug 2025 • Admin

Tirakat Bukan untuk Mengubah Takdir, tetapi Menjernihkan Hati

Pada 18 Agustus 2025, Pengasuh Gus Masda menuliskan sebuah pesan penting di dalam grup. Pesan ini bukan sekadar informasi, tetapi juga pengingat ruhani yang dalam, karena di dalamnya tersambung sanad, doa, dan nasihat tentang makna tirakat yang sering kali disalahpahami. Beliau menuliskan: Tuan Guru Hasan Sanusi (catak gayam) bin Mbah Ali Rokiyan + Mbah Nyai Kafiyab bin Pangeran penggulu Gusti bin Pangeran Paget Jaya Sakti bin Pangeran Prabu Kian Santang bin Prabu Siliwangi Rodliallohu’anhum wa ghofarollohu dzunubahum, nafa’ana bihim bi barokatihim wa anwarihim wa asrorihim wa ’ulumihim bis sirril Fatikha…. Tirakat atau riyadloh iku ora kanggo ngganti kersané Gusti, nanging kanggo nyucèkaké ati. Ati sing resik bakal luwih gampang nampani pangayoman lan kabegjan.” Kutipan ini mengandung dua lapis makna yang sangat penting dalam perjalanan spiritual. Tirakat dan Kesalahpahaman yang Sering Terjadi Banyak orang mengira bahwa tirakat atau riyadloh dilakukan untuk “memaksa” kehendak Tuhan: agar hajat cepat terkabul, rezeki dilapangkan, atau masalah segera selesai. Padahal, seperti yang ditegaskan dalam dawuh di atas, tirakat bukan alat untuk mengubah kersané Gusti. Kehendak Allah tetap berjalan sesuai hikmah-Nya. Yang diubah melalui tirakat bukanlah takdir, melainkan hati manusia itu sendiri. Hati yang Disucikan Ketika hati disucikan melalui tirakat, riyadloh, dan laku prihatin, maka seseorang menjadi lebih siap secara batin: Lebih tenang menerima ketetapan Lebih peka terhadap tanda-tanda pertolongan Lebih lapang dalam menghadapi ujian Lebih mudah berada dalam lindungan Allah Seperti yang disampaikan dalam kutipan tersebut, ati sing resik bakal luwih gampang nampani pangayoman lan kabegjan. Bukan karena dunia tiba-tiba berubah, tetapi karena hati yang berubah membuat seseorang selaras dengan rahmat dan penjagaan-Nya. Sanad dan Barokah Disebutkannya silsilah para leluhur dan wali bukanlah sekadar penulisan nama, tetapi pengingat bahwa laku spiritual selalu bersandar pada sanad, adab, dan keberkahan. Doa nafa’ana bihim bi barokatihim wa anwarihim wa asrorihim wa ‘ulumihim menegaskan harapan agar kita tidak hanya mewarisi cerita, tetapi juga cahaya, rahasia, dan ilmu mereka. Penutup Tulisan ini menjadi pengingat lembut bahwa jalan ruhani bukan jalan ambisi, melainkan jalan penyucian. Bukan tentang seberapa berat tirakatnya, tetapi seberapa jujur hati dibersihkan. Semoga kita termasuk orang-orang yang diberi kemampuan untuk memahami makna tirakat dengan benar, dan diberi manfaat dari barokah para guru dan leluhur yang shalih. Bis sirril Fatikha.

Menampilkan halaman 5 dari 5 (Total 43 data)