WARTA & ARTIKEL DAKWAH

Kumpulan Tulisan, Berita Kegiatan & Catatan Ilmu

Menghimpun risalah hikmah, pengumuman jadwal istighosah, dan dokumentasi khidmah majlis Al-Ashkhabiyyah.

11 Jan 2026 • Admin

Perbendaharaan Ashkhabiyyah “Tangisan Batin”

“Guru-guru yang memahami rahasia dunia dan kelangitan kini tinggal sedikit” Mereka seperti pelita di tengah kabut, terus menyala meski sedikit yang mendekat. Di zaman ketika pembicaraan tentang langit semakin jarang terdengar, para guru sejati masih menjaga nyala cahaya melalui sholawat. Mereka memahami bahwa sholawat bukan sekadar bacaan lisan, melainkan jalan untuk menyambung hati manusia dengan rahmat langit. Guru-guru yang mengerti rahasia dunia dan kelangitan kini semakin sedikit. Mereka seperti pelita di tengah kabut zaman— terus menyala dengan sholawat, meski hanya sedikit yang mendekat. Sholawat mereka tidak bising, tidak mencari perhatian, namun mengalir pelan, menenangkan, dan menghidupkan batin. Sementara itu, banyak manusia sibuk mengejar hal-hal duniawi. Nama, rupa, kekuasaan, dan pencapaian lahir dianggap segalanya. Padahal, sholawat mengajarkan keseimbangan: hidup di dunia tanpa terputus dari langit. Dalam pandangan tasawuf, sholawat adalah jalan pemurnian rasa. Ia melembutkan hati, menata niat, dan menghubungkan manusia dengan akhlak Rasulullah ﷺ sebagai cermin kesempurnaan insan. Para guru sejati tidak pernah lelah bersholawat. Mereka tahu, ketika sholawat hidup di hati, manusia akan lebih mudah mencintai, membenahi diri, dan memberi manfaat bagi sekitarnya. Mereka membina tanpa pamrih, agar setiap murid kelak mampu menjadi pelita bagi batinnya sendiri. Namun sering kali, para penjaga sholawat ini berjalan sendirian. Dipandang kuno di tengah dunia yang memuja kecepatan dan tampilan. Padahal, merekalah penjaga keseimbangan halus— penjaga hubungan antara bumi yang rapuh dan langit yang penuh rahmat. Bumi semakin menua. Masalah manusia semakin berat. Teknologi berkembang, tetapi hati banyak yang kosong. Di sinilah sholawat kembali menemukan maknanya: sebagai penyejuk jiwa dan penuntun arah. Bumi tidak menunggu kecanggihan, dan tidak berharap pada kekuasaan. Ia menanti manusia-manusia yang hatinya hidup oleh sholawat— manusia yang membawa ketenangan, adab, dan tanggung jawab ruhani. Wahai para pecinta Rasulullah ﷺ, apakah sholawat hanya akan menjadi bacaan di lisan, atau akan engkau hidupkan sebagai cahaya dalam sikap dan perbuatan? Bumi tidak menunggu kata-kata indah. Ia menunggu hati-hati yang bersambung dengan Nabi ﷺ melalui sholawat yang jujur dan terus menyala. Tulisan ini lahir dari keadaan batin, dengan kabar yang kami terima dari guru kami, KH. Masda Andi, tentang Ndoro Habib Hasan bin Abdullah BSA, sebagai pengingat bahwa jalan sholawat masih terbuka, dan cahaya Rasulullah ﷺ tidak pernah padam di setiap zaman.

22 Sep 2025 • Admin

Jangan keblinger tentang agama

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Dalam hidup ini, seringkali kita belajar agama tapi lupa mengintrospeksi diri. Berikut adalah renungan dari guruku yang patut kita pikirkan: Wahai para Ashkhabi……. Jika ilmu agama membuat kita membenci para pendosa, maka ada yg salah dengan pemahaman yg kita pelajari. Teruslah belajar sampai kita merasa bahwa orang lain semuanya baik, dan hanya kita yg paling banyak dosa. RENUNGKAN……!!!! Semoga kita selalu diberikan hati yang lapang, mampu melihat kebaikan orang lain, dan terus memperbaiki diri. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

08 Sep 2025 • Admin

Pesan untuk jamaah, ketika gerhana dibulan maulud 2025

Nalika langit peteng lan wulan ketutupan bayangan bumi, wong Jawa ora mung nyawang pristiwa langit kanthi mripat, nanging uga nganggo roso lan sukma. Jare Mbah nganggep grahana wulan minangka wewaler gaib — sawijining dhawuh alam sing kudu ditampa kanthi waskita. Apamaneh yen grahana dumadi ing Sasi Mulud, sasi kelairané Rasul, lan luwih-luwih pas dina Senin Pon, wektu sing alus lan wingit. Iki dudu kebeneran lumrah, nanging pepeling kanggo sing gelem ngrungokake swara jagad. Wulan minangka pepadhang wengi, lambang cipta lan rasa. Nalika grahana, iku pepeling supaya manungsa eling marang asal-usulé (sangkan) lan dalan bali marang Kang Gawe Gesang (paran). Grahana dadi wektu nyawang njeron ati: “Aku iki sapa, lan bakal bali marang sapa?” Sasi Mulud (Rabiul Awal) dianggep suci, amarga dadi pepeling kelairané Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ, pepadhang sejati tumrap umat.Grahana ing wektu iki dianggep wingit lan sarwa waskita: pepadhang rohani ketutupan pepeteng donya. Leluhur nganggep iki minangka wektu becik kanggo muhasabah lan tirakat, supaya batin bali madhangi kaya wulan sawisé grahana.Pesene Mbahe: sawijining ati sing kebak pamrih ora bakal bisa madhangi jagad. Nanging yen resik kaya surya lan wulan, bakal madhangi awake dhewe lan wong liya. PungkasanGrahono Wulan ing Sasi Mulud nalika Senin Pon ora mung pristiwa astronomi, nanging tondo gaib lan pepeling kosmis . Iki dadi wektu kanggo eling lan waspodo, ngresiki batin, nguri-uri welas asih, lan nyambung manah karo Gusti lan leluhur.YA ALLOH YA ROHMAN LINDUNGI KAMI SEMUA BERILAH KAMI SEMUA KESELAMATAN DI DUNIA UGI AKHIRAT, SUKSES NDUNYO SUKSES AKHERAT…AAMIIN

08 Sep 2025 • Admin

Gerhana bulan sebagai pengingat

Malam ini, mari kita sejenak merenung dan menyadari kebesaran Allah SWT. Fenomena alam yang luar biasa sering menjadi tanda bagi kita untuk kembali mengingat Sang Pencipta. Salah satunya adalah gerhana bulan total yang akan terjadi malam ini, sebuah peristiwa langit yang tak hanya memukau, tetapi juga sarat hikmah. Tulisan Guruku MALAM INI ALLOH akan memamerkan keagungan NYA. Dengan dimatikannya BULAN kemudian di hidupkannya lagi atau dengan istilah “GERHANA BULAN TOTAL” Gerhana akan dimulai 23.26 WIB Gelap total 00.30 WIB Puncak gerhana 01.11 WIB Selesai gerhana 02.56 WIB Gak percoyo ngko delok dewe yo…. Gerhana bulan juga bisa menjadi pelajaran untuk membedakan antara apa yang terlihat (zahir) dan hakikatnya, mengajarkan bahwa yang ada belum tentu terlihat, dan yang terlihat belum tentu ada. Pebanyaklah membaca istighfar, tasbih, takbir dan dzikir lainya malam ini terutama pas gerhana Penutup Mari manfaatkan momen langka ini untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak dzikir, dan menenangkan hati. Semoga setiap gerhana yang kita saksikan menjadi pengingat akan kebesaran Allah dan rahmat-Nya yang tak terbatas.

28 Aug 2025 • Admin

Tulisan guru tentang maulid 28 agustus 2025

Alhamdulillah, pada tanggal 28 Agustus 2025, saya ingin berbagi tulisan dari guru saya terkait adab dan hakikat menghadiri Maulid Nabi Saw. Semoga bermanfaat sebagai pengingat dan pedoman kita semua dalam memperingati kelahiran Baginda Nabi Muhammad Saw. “Allahumma ya Allah, kami niat untuk hadir Maulid NabiMu Saw., dengan niat agar mendapat ridha Allah dan Rasulullah Saw. serta syafa’at Rasulullah di dalam agama, dunia dan akhirat. Serta dengan niat agar Allah memberikan semua hajat (kebutuhan) kami, mengabulkan doa-doa kami, melapangkan kesulitan kami, memudahkan semua urusan kami dan urusan kaum muslimin di dalam hal agama, dunia dan akhirat.” Hal itu semua di atas, seyogyanya dilakukan mulai berwudhu hingga shalat sunnah Wudhu sampai shalat sunnah Hajat, dilakukan tanpa diselingi perbuatan dan pembicaraan yang tidak berarti. Serta dilakukan dengan tertib pelaksanaannya dan berkesinambungan. Jika waktu tidak memungkinkan paling tidak shalat sunnah Wudhu lebih diutamakan. Menanamkan adab batin ini sungguh sangat utama di dalam menghadiri Maulid Nabi Saw., karena Allah melihat dan menyaksikan hati para hambaNya. Momentum yang paling baik dan berkah dalam pembacaan Maulid Nabi Saw. adalah pada saat Mahallul Qiyam (saat berdiri), ketika melantunkan: “Yaa Nabi salam ‘alaika # Yaa Rasul salam ‘alaika.” Doa disela-sela membaca shalawat: “Yaa Nabi salam ‘alaika # Yaa Rasul salam ‘alaika” secara bersama-sama. Jadi di antara bait-bait tersebut seyogyanya kita berdoa. Insya Allah mustajabah. Yang tidak kalah pentingnya juga adalah menghadirkan orang-orang yang kita cintai seperti sanak keluarga, sahabat, dan kerabat yang kita kehendaki ketika itu. Hadirkan dengan perasaan kita, bahwa mereka ikut hadir (bil ghaib) dalam pelaksanaan Maulid Nabi Saw. Insya Allah rahmat, berkah, dan syafaatNya akan meliputi kepada mereka semua, yang walaupun secara lahiriah mereka tidak turut serta hadir. Itulah salah satu kebesaranNya dan kasih sayangNya kepada umat Baginda Nabi Saw., yang merupakan tetesan-tetesan air ar-Rahmah dari samudera rahmat Ilahi. Di dalam pelaksanaan pembacaan Maulid Nabi Saw., seyogyanya kita mempertautkan hati kita dengan Baginda Nabi Saw. Bagi yang pernah berziarah ke makam beliau Saw. di Madinah al-Munawwarah, mungkin bisa kembali mengingat-ingatnya, seakan-akan membaca Maulid Risalah Baginda Nabi Saw. di hadapan makam beliau yang mulia Saw. Bagi yang belum diberi rizki ziarah ke makam Nabi Saw., maka cukup membayangkan kehadiran Nabi Saw., paling tidak merasa dilihat dan didengar. Sehingga nilai-kualitas dari Maulid Nabi Saw. insya Allah dapat dirasakan kemanfaatannya, bukan hanya sekedar hadir duduk, doa, amin, makan, lalu bubar, sedangkan hati sanubari masih tetap kotor penuh karat dengan penyakit-penyakit lahiriah dan batiniah. Semoga peringatan Maulid kita semakin tahun semakin meningkat kualitasnya, dan semoga bermanfaat tulisan di atas… mhn maaf hanya sekedar saling mengingatkan 🙏🏻 Penutup versi saya: Semoga catatan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghadiri Maulid Nabi Saw. dengan hati yang tulus, adab yang benar, dan niat yang murni. Mari kita tingkatkan kualitas ibadah Maulid setiap tahunnya, bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.

20 Aug 2025 • Admin

Rebo Wekasan, Silaturahim (kh khusein ilyas), dan Pelajaran tentang Istiqamah

20 Agustus 2025 Entah benar atau tidak, dalam benakku terlintas prasangka baik: sepertinya guruku habis sowan ke KH Khusein Ilyas Mojokerto. Setelah itu, beliau menulis sebuah pesan di grup. Tulisan yang sederhana, menggunakan bahasa Jawa sehari-hari, namun menghantam batin dengan sangat dalam. Pesan itu seperti oleh-oleh silaturahim, khususnya pada Malam Rebo Wekasan—malam yang oleh banyak orang dipahami sebagai waktu muhasabah, perlindungan, dan mendekatkan diri kepada Allah. Berikut kutipan tanpa ada perubahan satu huruf pun dari dawuh beliau: “Oleh2e silaturohim Malam Rebo Wekasan…. “Ojo sepisan pisan ngucap : ora ono faedah atau manfaate aku teko nang majlis ilmu, sementara aku ejih seneng bermaksiat tur aku yo durung iso ninggalno maksiat, wong sing berburu iku kudu tetep nglemparno alat buruane, najan dino iki durung iso oleh buruan, mungkin meneh isuk tembe oleh buruan” Mbah Yai Kusen dawuh “ naliko guru akherat wis gelo karo murid, milyatan auliya pun ra bakal iso ngentaske murid iku”……😭 GUSTI…..ajeng Panjenengan paringi dalan pripun mawon kulo manut GUSTI…. kulo yakin dalan Panjenengan mboten klentu….” Renungan Pribadi Kalimat “ojo sepisan pisan ngucap ora ono faedah” terasa seperti tamparan lembut namun telak. Betapa sering manusia—termasuk aku—merasa putus asa karena belum mampu meninggalkan maksiat, lalu menilai hadir di majelis ilmu sebagai sesuatu yang sia-sia. Padahal dawuh itu mengingatkan: orang yang berburu tidak boleh berhenti melempar alat burunya, meski hari ini belum dapat hasil. Bisa jadi esok hari, Allah memberi buruan. Yang lebih membuat gemetar adalah dawuh Mbah Yai Kusen: naliko guru akherat wis gelo karo murid, milyatan auliya pun ra bakal iso ngentaske murid iku Ini bukan ancaman, tapi peringatan penuh kasih. Bahwa hubungan murid dan guru akhirat bukan perkara formal, melainkan ikatan batin, adab, dan kejujuran dalam berjalan. Dan penutup doa guruku—yang juga menjadi doa setiap murid yang sadar diri—adalah kepasrahan total: “GUSTI….. ajeng Panjenengan paringi dalan pripun mawon kulo manut GUSTI… kulo yakin dalan Panjenengan mboten klentu…” Tidak meminta jalan yang mudah. Tidak meminta cepat sampai. Hanya meminta jalan dari Allah, dan kesiapan untuk manut. Penutup Tulisan singkat di grup itu mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun bagi yang sedang berjalan tertatih di jalan ilmu dan tobat, ia menjadi penopang agar tidak berhenti, agar tidak putus asa, agar tetap “melempar alat buruan”. Semoga Allah menjaga para guru, menjaga adab murid, dan menjaga kita semua agar tidak berhenti melangkah—meski hari ini belum mendapatkan apa-apa. Aamiin.

19 Aug 2025 • Admin

Amaliyah Rabu Wekasan: Panduan dari Guru Pengasuh Jamiyah ashkhabiyyah

Pada tanggal 19 Agustus 2025, guru pengasuh Jamiyah ashkhabiyyah menulis sebuah pengumuman di grup mengenai amaliyah Rabu Wekasan yang bisa diamalkan oleh para pengikutnya. Berikut bunyi pengumuman tersebut: “Bagi yang ikhlas silahkan ngamal wirid Baca surat Yasin, pas lafadz ’Salamun qoulan min Robbi Rohim dibaca 313 ’ Setelah selesai baca Surat Yasin, baca Sholawat munjiyat dan ditutup Doa minta selamat ndunyo akherat.” Amaliyah ini menekankan keikhlasan, serta pengulangan lafadz tertentu dari Surat Yasin sebanyak 313 kali. Setelah membaca Yasin, dianjurkan membaca Sholawat Munjiyat dan menutup dengan doa agar selamat dunia dan akhirat. Pertanyaan dari Abah Dawam Tidak lama setelah pengumuman, Abah Dawam membalas dengan pertanyaan yang menunjukkan ketertarikannya, namun juga sedikit kebingungan terkait waktu pelaksanaan: “Upami di lampai Dalu angsal nopo Gus amargi niki tasek ten R S nunggu Tegar Isya’Alloh mbejeng di oprasi Gus” Pesan ini menunjukkan keinginan untuk mengetahui manfaat atau waktu terbaik untuk mengamalkan wirid tersebut. Arahan dari Guru Pembimbing Sebagai tanggapan, guru pembimbing memberikan arahan praktis terkait waktu pelaksanaan amaliyah: “Monggo, Kalau bisa di baca 2 x malam dan naai waktu dluha” Dari arahan ini, disarankan untuk membaca wirid dua kali pada malam hari dan juga pada waktu Dhuha, sehingga amaliyah dapat dilakukan secara rutin dan optimal. Kesimpulan Amaliyah Rabu Wekasan ini memberikan panduan jelas bagi pengamalnya: membaca Surat Yasin dengan lafadz khusus, mengamalkan Sholawat Munjiyat, dan menutup dengan doa keselamatan dunia dan akhirat. Dengan mengikuti arahan guru pembimbing, pengamal dapat menyesuaikan waktu pelaksanaan agar lebih khusyuk dan berkah.

Menampilkan halaman 3 dari 4 (Total 29 data)