×

Tulisan guru tentang maulid 28 agustus 2025

Alhamdulillah, pada tanggal 28 Agustus 2025, saya ingin berbagi tulisan dari guru saya terkait adab dan hakikat menghadiri Maulid Nabi Saw. Semoga bermanfaat sebagai pengingat dan pedoman kita semua dalam memperingati kelahiran Baginda Nabi Muhammad Saw.

“Allahumma ya Allah, kami niat untuk hadir Maulid NabiMu Saw., dengan niat agar mendapat ridha Allah dan Rasulullah Saw. serta syafa’at Rasulullah di dalam agama, dunia dan akhirat. Serta dengan niat agar Allah memberikan semua hajat (kebutuhan) kami, mengabulkan doa-doa kami, melapangkan kesulitan kami, memudahkan semua urusan kami dan urusan kaum muslimin di dalam hal agama, dunia dan akhirat.”

Hal itu semua di atas, seyogyanya dilakukan mulai berwudhu hingga shalat sunnah Wudhu sampai shalat sunnah Hajat, dilakukan tanpa diselingi perbuatan dan pembicaraan yang tidak berarti. Serta dilakukan dengan tertib pelaksanaannya dan berkesinambungan. Jika waktu tidak memungkinkan paling tidak shalat sunnah Wudhu lebih diutamakan.

Menanamkan adab batin ini sungguh sangat utama di dalam menghadiri Maulid Nabi Saw., karena Allah melihat dan menyaksikan hati para hambaNya.

Momentum yang paling baik dan berkah dalam pembacaan Maulid Nabi Saw. adalah pada saat Mahallul Qiyam (saat berdiri), ketika melantunkan:

“Yaa Nabi salam ‘alaika # Yaa Rasul salam ‘alaika.”

Doa disela-sela membaca shalawat: “Yaa Nabi salam ‘alaika # Yaa Rasul salam ‘alaika” secara bersama-sama. Jadi di antara bait-bait tersebut seyogyanya kita berdoa. Insya Allah mustajabah.

Yang tidak kalah pentingnya juga adalah menghadirkan orang-orang yang kita cintai seperti sanak keluarga, sahabat, dan kerabat yang kita kehendaki ketika itu. Hadirkan dengan perasaan kita, bahwa mereka ikut hadir (bil ghaib) dalam pelaksanaan Maulid Nabi Saw. Insya Allah rahmat, berkah, dan syafaatNya akan meliputi kepada mereka semua, yang walaupun secara lahiriah mereka tidak turut serta hadir.

Itulah salah satu kebesaranNya dan kasih sayangNya kepada umat Baginda Nabi Saw., yang merupakan tetesan-tetesan air ar-Rahmah dari samudera rahmat Ilahi.

Di dalam pelaksanaan pembacaan Maulid Nabi Saw., seyogyanya kita mempertautkan hati kita dengan Baginda Nabi Saw. Bagi yang pernah berziarah ke makam beliau Saw. di Madinah al-Munawwarah, mungkin bisa kembali mengingat-ingatnya, seakan-akan membaca Maulid Risalah Baginda Nabi Saw. di hadapan makam beliau yang mulia Saw.

Bagi yang belum diberi rizki ziarah ke makam Nabi Saw., maka cukup membayangkan kehadiran Nabi Saw., paling tidak merasa dilihat dan didengar. Sehingga nilai-kualitas dari Maulid Nabi Saw. insya Allah dapat dirasakan kemanfaatannya, bukan hanya sekedar hadir duduk, doa, amin, makan, lalu bubar, sedangkan hati sanubari masih tetap kotor penuh karat dengan penyakit-penyakit lahiriah dan batiniah.

Semoga peringatan Maulid kita semakin tahun semakin meningkat kualitasnya, dan semoga bermanfaat tulisan di atas… mhn maaf hanya sekedar saling mengingatkan 🙏🏻

Penutup versi saya:

Semoga catatan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghadiri Maulid Nabi Saw. dengan hati yang tulus, adab yang benar, dan niat yang murni. Mari kita tingkatkan kualitas ibadah Maulid setiap tahunnya, bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.

Tulisan guru tentang maulid 28 agustus 2025

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca