×

Perbendaharaan Ashkhabiyyah “Tangisan Batin”

“Guru-guru yang memahami rahasia dunia dan kelangitan kini tinggal sedikit”

Mereka seperti pelita di tengah kabut, terus menyala meski sedikit yang mendekat.

Di zaman ketika pembicaraan tentang langit semakin jarang terdengar,

para guru sejati masih menjaga nyala cahaya melalui sholawat.

Mereka memahami bahwa sholawat bukan sekadar bacaan lisan,

melainkan jalan untuk menyambung hati manusia dengan rahmat langit.

Guru-guru yang mengerti rahasia dunia dan kelangitan kini semakin sedikit.

Mereka seperti pelita di tengah kabut zaman—

terus menyala dengan sholawat, meski hanya sedikit yang mendekat.

Sholawat mereka tidak bising, tidak mencari perhatian,

namun mengalir pelan, menenangkan, dan menghidupkan batin.

Sementara itu, banyak manusia sibuk mengejar hal-hal duniawi.

Nama, rupa, kekuasaan, dan pencapaian lahir dianggap segalanya.

Padahal, sholawat mengajarkan keseimbangan:

hidup di dunia tanpa terputus dari langit.

Dalam pandangan tasawuf,

sholawat adalah jalan pemurnian rasa.

Ia melembutkan hati, menata niat,

dan menghubungkan manusia dengan akhlak Rasulullah ﷺ

sebagai cermin kesempurnaan insan.

Para guru sejati tidak pernah lelah bersholawat.

Mereka tahu, ketika sholawat hidup di hati,

manusia akan lebih mudah mencintai, membenahi diri,

dan memberi manfaat bagi sekitarnya.

Mereka membina tanpa pamrih,

agar setiap murid kelak mampu menjadi pelita bagi batinnya sendiri.

Namun sering kali, para penjaga sholawat ini berjalan sendirian.

Dipandang kuno di tengah dunia yang memuja kecepatan dan tampilan.

Padahal, merekalah penjaga keseimbangan halus—

penjaga hubungan antara bumi yang rapuh dan langit yang penuh rahmat.

Bumi semakin menua.

Masalah manusia semakin berat.

Teknologi berkembang, tetapi hati banyak yang kosong.

Di sinilah sholawat kembali menemukan maknanya:

sebagai penyejuk jiwa dan penuntun arah.

Bumi tidak menunggu kecanggihan,

dan tidak berharap pada kekuasaan.

Ia menanti manusia-manusia yang hatinya hidup oleh sholawat—

manusia yang membawa ketenangan, adab, dan tanggung jawab ruhani.

Wahai para pecinta Rasulullah ﷺ,

apakah sholawat hanya akan menjadi bacaan di lisan,

atau akan engkau hidupkan sebagai cahaya dalam sikap dan perbuatan?

Bumi tidak menunggu kata-kata indah.

Ia menunggu hati-hati yang bersambung dengan Nabi ﷺ

melalui sholawat yang jujur dan terus menyala.

Tulisan ini lahir dari keadaan batin,

dengan kabar yang kami terima dari guru kami, KH. Masda Andi,

tentang Ndoro Habib Hasan bin Abdullah BSA,

sebagai pengingat bahwa jalan sholawat masih terbuka,

dan cahaya Rasulullah ﷺ tidak pernah padam di setiap zaman.

Perbendaharaan Ashkhabiyyah “Tangisan Batin”

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca