19 Desember 2025
Oleh KH. Masda
Berkaitan dengan kalimat Lā ilāha illallāh
1. Dasar Amalan
Di kalangan Ahlussunnah, dikenal amalan:
Tahlil Dzikir fidyah Dzikir ‘ataqo’ (pembebasan / penebusan)
Maknanya:
Mayit yang telah wafat, atau bahkan orang yang masih hidup (lebih mudah), dapat di-‘ataqo’ (dibebaskan/ ditebus) oleh ahli warisnya, terutama oleh anaknya.
2. Jenis ‘Ataqo
a. ‘Ataqo Sugro
Jumlah: 70.000 Alternatif riwayat dari Gus Ali: 700.000 “Dijamin, dengan catatan yang melakukan adalah anaknya.”
📌 Boleh dicicil
Contoh:
Jika 1 hari 1.000, maka: 700.000 = 700 hari
b. Pesan Guru
“Jika jenengan belum mengfidahkan diri sendiri, monggo dicicil.”
Artinya:
Dianjurkan mengutamakan fidyah / ‘ataqo untuk diri sendiri terlebih dahulu Tidak harus sekaligus, boleh sedikit demi sedikit (istiqomah)
c. ‘Ataqo Kubro
Jumlah: 100.000 kali Bacaan: Surat Al-Ikhlas
3. Catatan Penting
NB: Amalan ini jangan diberitahukan di luar jamaah Ashkhabiyyah. Jika tidak mampu, boleh diganti dengan Dzikir Idrisiyah sebanyak 4 kali.
Ringkasannya
Inti amalan: penebusan diri/mayat dengan dzikir sebagai bentuk rahmat dan ikhtiar Bisa untuk orang yang telah wafat maupun diri sendiri Tidak memberatkan, boleh dicicil Ditekankan kerahasiaan dan adab jamaah Ada alternatif dzikir bila tidak mampu



Tinggalkan Balasan