Kadang kita merasa eling, mengingat diri, itu gampang-gampang susah. KH Masda Andi mengingatkan jamaahnya tentang hal ini dengan tegas tapi penuh hikmah. Beliau menegur, karena beberapa jamaah terpengaruh oleh kata-kata yang muncul dari guru pembina, KH ali ashkhab, yang menulis status: “Sengsoromu kui sebab tingkahmu dewe.”
Pesan ini, sederhana tapi tajam. Banyak dari kita cenderung menyalahkan keadaan atau orang lain atas kesulitan yang kita alami. Padahal, seperti yang diingatkan KH Masda, eling sejati bukan hanya pada manusia, tapi lebih utama pada Pangeran—Allah SWT. Menyadari kekuatan dan pengawasan-Nya sering kali terasa menakutkan, karena ketika Pangeran turun tangan, “tambah loro kuabeh” rasanya, hati menjadi tersentuh, dan kita diingatkan akan kelemahan diri sendiri.
KH Masda menekankan bahwa pesan ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk membuka pintu kesadaran. Kita diminta untuk menyerahkan diri, mengakui kesalahan, dan menata hati supaya bisa hidup dengan manah sing urip—hati yang benar-benar hidup, penuh kesadaran dan keikhlasan.
Doa KH Masda menjadi penutup yang indah bagi teguran ini: “Ya Allah, mugi Njenengan paringi manah kulo sedoyo manah sing urip. Aamiin.” Semoga setiap hati yang membaca ini tersentuh, sadar akan diri, dan semakin dekat kepada Pangeran.
Pesan moralnya jelas: eling marang Pangeran iku luwih penting ketimbang eling marang menungso. Kadhang eling marang menungso angel, nanging eling marang Pangeran, sanajan tambah loro kuabeh, iku sing sejati.




Tinggalkan Balasan