Terkadang hati terasa berat dan air mata pun menetes ketika melihat sosok panutan kita, Kyai kita, dihina atau direndahkan dengan kata-kata yang tidak beradab di media sosial.

Beliau adalah Al Alim Al ’Alamah Romo KHR. Abdus Salam Mujib, Pengasuh Pondok Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Sebagai pengingat dan himbauan bagi seluruh jamaah Al Ashkhabiyyah:

“JANGAN IKUT-IKUTAN MBATIN, APALAGI BERKOMENTAR MENGHINA, MERENDAHKAN, ATAU MENCACI ULAMA/KYAI.”

Ketahuilah, menurut Sunatulloh, orang yang merendahkan atau menghina Ulama/Kyai akan mendapatkan balasan dari Allah. Daging para Ulama itu beracun bagi orang yang menghina mereka. Barang siapa yang melontarkan celaan kepada Ulama, Allah akan mengujinya dengan kematian hati, kehinaan, dan kerendahan, sebagaimana ia merendahkan sosok Ulama/Kyai.

Na’udzubillahi min dzalik. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan tercela ini dan senantiasa menempatkan Ulama di posisi yang layak, sebagai panutan dan pewaris ilmu Allah.

One response to “Jangan Menghina Ulama, Jaga Hati dan Lisan Kita”

  1. Avatar Masdar Dhoank
    Masdar Dhoank

    salam takzim kalih ndoro abah gus masda…
    salam silaturohim saking ashabiyah tegal kangge dulur2 jama’ah ashabiyah dempok

Tinggalkan Balasan

Quote of the week

"People ask me what I do in the winter when there's no baseball. I'll tell you what I do. I stare out the window and wait for spring."

~ Rogers Hornsby

Designed with WordPress