Saat sholat Jumat, kebetulan aku berada tepat di belakang shaf guruku.
Ketika iqomah berkumandang, aku memperhatikan sesuatu yang berbeda. Kenapa beliau belum berdiri?
Jamaah lain sudah ada yang berdiri di awal iqomah, sebagian lagi di tengah-tengah iqomah, tapi guruku tetap duduk hingga iqomah selesai.
Aku bertanya dalam hati:
“Apakah ada doa khusus sebelum berdiri setelah iqomah? Apakah beliau sedang membaca doa tertentu?”
Tiba-tiba, muncul pemahaman dari dalam hatiku. Kali ini bukan seperti bisikan batin biasanya, tapi langsung terasa dalam hati:
“Perhatikan gurumu. Saat beliau berdiri, pejamkan matamu dan rasakan dengan hatimu.”
Ketika iqomah selesai, beliau baru berdiri, dan saat itu juga hembusan angin lembut terasa di dalam masjid.
Aku bertanya dalam hati:
“Apakah ini karena doa atau adab beliau, sampai-sampai alam seolah merestui?”
Jawaban dari dalam hatiku muncul:
“Bukan karena doa atau adab beliau, tapi ketahuilah… Saat iqomah dikumandangkan dalam sholat Jumat, ada malaikat yang berdiri di depan imaman depan masjid, dia membawa catatan besar, untuk mencatat siapa saja yang hadir dalam sholat Jumat. Ketika iqomah selesai, malaikat itu pergi terbang meninggalkan masjid.”
“Hembusan angin yang kau rasakan itu bukan sekadar angin biasa, tetapi karena malaikat itu terbang dengan sayapnya yang begitu besar.”
Baru aku sadar guruku sedang mengajari aku pemahaman lainya

Tinggalkan Balasan