Kisah ini diriwayatkan dari sahabat mulia
Beliau shalat di belakang Rasulullah ﷺ. Saat bangkit dari ruku’, Nabi membaca:
“Sami‘allahu liman hamidah.”
Lalu sahabat tersebut menambahkan doa:
“Rabbana lakal hamdu hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih.”
(Ya Rabb kami, bagi-Mu segala puji, pujian yang banyak, baik, dan penuh keberkahan.)
Setelah selesai shalat, Rasulullah ﷺ bertanya:
“Siapa yang mengucapkan kalimat tadi?”
Sahabat itu mengaku. Maka Nabi bersabda:
“Aku melihat lebih dari tiga puluh malaikat berlomba-lomba untuk mencatatnya.”
Hadits ini shahih dan menjadi dalil penting dalam pembahasan dzikir dan ibadah.
📌 Tambahan Penting: Dasar Amaliah yang Tidak Langsung Dicontohkan Nabi
Kisah ini sering dijadikan dasar oleh para ulama bahwa lafadz dzikir yang tidak persis diajarkan Nabi, tetapi tidak menyelisihi syariat, bisa diterima dan bernilai kebaikan.



Tinggalkan Balasan