Bismillahirrahmanirrahim
Shollallahu ‘ala Sayyidina Muhammad
Catatan kecil seorang murid, sekadar pepiling untuk diri sendiri. Ditulis untuk mengingatkan, bukan untuk merasa sudah sampai, dibuat karena teman pengamal dzikir samaniah sering dibingungkan dengan cahaya atau lain hal yang datang setalah dzikir,
Ruangan 1 – Awal Memasuki Diri
Di dalam tubuhmu terdapat susunan halus yang saling terhubung, seperti tenunan sutra yang rapi dan indah.
Itulah gambaran dirimu yang sebenarnya.
Jika engkau ingin memasukinya, masuklah dengan sungguh-sungguh.
Dan jika belum mampu, belajarlah kepada orang yang telah lebih dulu mengenalnya.
Ruangan 2 – Keyakinan Awal
Bagaimana melihat ruangan batin dalam tubuh?
Apakah itu nyata atau hanya khayalan?
Wahai pencari jalan ashkhabiyyah, ketahuilah:
segala “perabot” dalam dirimu telah tersusun rapi,
seperti merak yang membuka bulunya — indah, tapi hanya tampak bagi yang mau melihat.
Ruangan 3 – Terbukanya Nur Tauhid
Engkau akan mulai melihat,
ketika dzikirmu mampu membuka nur tauhid dalam sirmu.
Saat cahaya itu memancar,
engkau akan menyadari bahwa dalam dirimu terdapat “kerajaan” yang luas.
Ruangan 4 – Adab Memasuki Batin
Setelah berdzikir, jangan tergesa berdoa.
Diamlah sejenak…
Siapa tahu nur itu sedang memancar.
Pusatkan perhatianmu, lalu masuklah perlahan.
Lihatlah ruangannya…
dindingnya, isinya… semuanya dalam cahaya.
Setelah itu, barulah berdoa.
Dan jangan lupa bersyukur.
Ruangan 5 – Alam Akal
Jika engkau masuk ke dalam otakmu,
engkau akan melihat kilauan cahaya berwarna-warni,
seperti bintang bertaburan di langit.
Itulah akalmu —
yang selama ini menemanimu berpikir.
Ruangan 6 – Alam Nafsu
Jika engkau masuk ke dalam hatimu,
engkau akan melihat cahaya yang berubah-ubah warna.
Itulah nafsumu —
yang selama ini mendorongmu bergerak dalam kehidupan.
Ruangan 7 – Alam Ruh
Jika engkau masuk ke dalam jantungmu,
engkau akan melihat cahaya putih jernih,
seperti telaga kautsar.
Itulah ruhmu —
yang menghidupi seluruh hidupmu.
Ruangan 8 – Alam Sirr
Jika engkau masuk lebih dalam ke dalam ruhmu,
engkau akan melihat cahaya seperti kristal yang berkilau.
Itulah sirmu —
rahasia halus yang membimbing arah hidupmu.
Ruangan 9 – Alam Nur
Jika engkau terus masuk ke dalam sirr,
engkau akan melihat cahaya yang sangat terang.
Itulah nurmu —
yang selama ini menerangi perjalananmu.
Ruangan 10 – Alam Dzat (Isyarat Kedalaman)
Jangan berhenti pada cahaya itu.
Teruslah masuk…
Hingga engkau merasakan seakan berada dalam ruang tanpa batas,
tenang… luas… dan tidak terjangkau.
Itulah isyarat kedalaman dirimu,
yang menghubungkan kepada Dzat-Nya.
(Bukan untuk dibayangkan, tapi untuk dirasakan dengan adab dan bimbingan.)
Ruangan 11 – Hakikat Dzikir
Begitulah ruangan batin dalam tubuhmu.
Hendaknya engkau mengenalnya sebelum datangnya kematian.
Hidupkan hatimu dengan dzikir.
Hingga dzikirmu tidak lagi bergantung pada suara dan huruf,
tapi hidup dalam kesadaran.
Sebagaimana isyarat:
kembalinya manusia khusus adalah ketika qalbunya hidup oleh cahaya tauhid,
dan ia terus melazimi asma tauhid dalam lisan sirri — tanpa suara, tanpa huruf.
Ruangan 12 – Adab Berguru
Jika engkau masih ragu,
maka bergurulah pada ahlinya.
Mereka ada di mana-mana.
Kadang tampak sederhana, bahkan tidak dikenal.
Kadang tampak aneh di mata manusia.
Ada yang mudah ditemui,
ada yang justru sulit dicari.
Maka bersyukurlah jika engkau dipertemukan.
Penutup
Perjalanan ini bukan untuk dibanggakan,
tapi untuk disadari.
Bukan untuk diceritakan ke mana-mana,
tapi untuk memperbaiki diri.
Masuklah ke dalam dirimu dengan dzikir,
dan pulanglah kepada-Nya dengan kesadaran.



Tinggalkan Balasan