Tulisan ini saya catat sebagai pengingat bagi diri saya pribadi, sekaligus amanah dawuh dari guru.
Khususnya bagi siapa saja yang sedang atau akan menjalani lelaku istighotsah 41 malam, agar tidak salah niat dan tidak keliru arah dalam menempuh jalan ruhani.
Ini adalah nasihat langsung dari guru saya, KH Masda Andi, yang saya tuliskan kembali apa adanya, tanpa menambah dan tanpa mengurangi, semoga menjadi wasilah keselamatan niat dan kejernihan hati dalam beramal.
“Tak eling no…..khusus sing bade ngamal istighotsah 41 malam nggih……
Ingat-ingatlah, ketika dalam lelaku/wirid/riyadloh awak dewe kok hanya mengincar suatu kekuatan gaib atau bisa menjadi super full karomah, maka awak dewe iki saat itu sedang salah arah, yang kita tuju malah ilmu, bukan Pemilik ilmu. Keadaan kita bisa diumpamakan orang yang hendak mengawini seorang wanita, tetapi yang kita incar untuk merampok hartanya. Waspadalah……. itu pikiran dari tipudaya setan.
Maka jangan pedulikan apapun yang kita lihat/kita rasakan…apalagi sampai kita bangga diri…..kalau ini terjadi bukannya hijab kebuka tapi malah tambah tebal hijabnya.
teruskan dzikir, jangan hiraukan semua itu.”
Penutupan
Semoga dawuh ini benar-benar menjadi cermin untuk diri sendiri, bukan untuk menilai orang lain.
Karena dalam perjalanan batin, yang paling berbahaya bukan gelapnya jalan, tetapi merasa sudah sampai.
Mugi Allah paring istiqamah, paring selamet niat, lan njaga ati kita sedaya,
supaya yang kita tuju bukanlah pengalaman, bukanlah keistimewaan,
namun ridho lan kehadiran Gusti Allah piyambak.
Wallāhu a‘lam.




Tinggalkan Balasan