×

Perjalanan ruhani sang pendosa 1 (Pemahaman Titik Huruf “Ya” dalam Dzikir Ramadan)

Saat pertama kali mengikuti dzikir Ramadan, aku tahu bacaan yang harus dibaca. Tapi dalam hati, aku hanya ingin ketenangan. Aku pun memutuskan untuk tidak ikut melafalkan dzikir dan memilih untuk merenung, sementara semua jamaah tetap membaca dzikir dengan suara lantang.

Tiba-tiba, ada suara dalam batinku yang berbisik:

“Kenapa kamu sibuk mencari titik pada huruf ‘Ba’? Kenapa tidak belajar memahami titik pada huruf ‘Ya’?”

“Bopomu (gurumu) sedang berwirid agar kamu bisa memahami titik pada huruf ‘Ya’.”

Aku bertanya dalam hati:

“Wirid yang mana?”

Suara batin itu menjawab:

“Bopomu mengawali wirid dengan bacaan Yaa Khayyuu… Yaa Khayyuu. Apakah kamu tahu makna huruf ‘Ya’ dalam bacaan itu?”

Aku menjawab dengan tegas:

“Tidak!”

Lalu suara itu menjelaskan:

“Huruf ‘Ya’ dalam wirid itu maksudnya, bopomu sedang menyambungkan hatimu dengan Nur Ahmad dan Muhammad. Perhatikan titik pada huruf ‘Ya’, itu adalah simbol dari Ahmad dan Muhammad. Bopomu sedang menghidupkan hatimu agar tersambung dengan dua titik itu, supaya jalanmu tidak keliru.”

Dari situ, aku mulai memahami bahwa dzikir bukan hanya soal melafalkan bacaan, tapi juga tentang menyambungkan hati dan memahami makna yang lebih dalam.

Perjalanan ruhani sang pendosa 1 (Pemahaman Titik Huruf “Ya” dalam Dzikir Ramadan)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca