Pemahaman ini datang tiba-tiba dalam batinku, setelah pengajian selesai, saat aku hendak beristirahat.
Dalam kondisi hampir tertidur, aku seakan teringat kembali suasana majlis tadi. Tiba-tiba, ada suara pemahaman yang menghampiri dan memberitahuku bahwa ada seseorang yang sedang mencari makna Kun Fayakun dari Tuhan.
Aku bertanya dalam hati:
“Kenapa kamu memberitahuku? Aku tidak mau tahu urusan orang lain.”
Batin itu menjawab:
“Ini ada hubungannya dengan pemahamanmu tentang dzikir nafas—tentang keluar dan masuknya nafas.”
Hu Allah
• Hu (saat menarik nafas)
• Allah (saat menghembuskan nafas)
“Tidak ada kehendak Tuhan dan diriku sendiri.”
“Tidak ada wujud yang tampak dalam hembusan nafas ini, kecuali wujud Allah.”
Kemudian, pemahaman itu berbalik arah:
• Hu (saat menghembuskan nafas)
• Allah (saat menarik nafas)
“Tidak ada wujudku, kecuali Allah.”
“Tidak ada kehendakku, kecuali kehendak Allah.”
Dari sinilah aku mulai memahami bahwa kehendak manusia sebenarnya sudah termasuk dalam kehendak Allah—itulah makna Kun Fayakun.
Kuncinya ada di tengah nafas.
Untuk menemukan kunci ini, seseorang harus memahami 12 sifat manusia. 12 sifat kelahiran dan 12 sifat kematian



Tinggalkan Balasan