(Cerita KH Masda Andi di Group wa jamiyah Ashkhabiyyah)
Seng Penting Rutin!
mumpung kelingan….dasare lagi longgar gawean maklum ejih Januari…………….“napak tilas kehidupan 30 tahun yang lalu”
Pada tahun 1996…… Masda sumpeke puol2an,…maklum tembe tamat sarjana,tamat mondok,mulih lolalolo alias plongaplongo….arep nyambut gae opo iki…..di tambah kerupekan liyone…wis pokoke puol mumete….😇😇😇
Koyok2 Muhal iso mberesi. Ndelalah kersane Allah Ta’ala Masda eling duwe Guru nang sokopuluhan Pati,paring asmo Mbah Yai Sa’dun sing tak kenal sejak tahun 1993…….. Akhire masda sowan, curhat rupeke urip ( waktu iku durung kenal Gus Ali ), nasibe Guru memang kanggo sambatan muride.🤣
Cerita ngalor ngidul dan achirnya masda diperintah wiridan .
“ Cung, iki wae woconen. Tapi kudu ajeg “ Beliau diam dan diam.
“ Siap. Nopo Yi “wiridane………….Alhamdulillah dan luar biasa estu. Kerumpekan terurai dengan sendirinya( bersambung, mbuh kapan nek eling…….)
Alhamdulillah hasile yo koyo saiki iki…..
Membaca cerita ini di awal tahun, terasa jelas bahwa suasana hati guru sedang longgar, lega, dan penuh syukur.
Bukan suasana euforia, tapi ketenangan orang yang pernah kusut, pernah buntu, lalu dituntun pelan-pelan oleh rutin yang sederhana.
Dari cerita ini saya menangkap satu kerangka berpikir yang sangat dalam namun sering disepelekan:
Hidup itu tidak selalu menunggu solusi besar. Kadang justru mulai beres saat kita patuh pada satu amalan kecil yang dijalani terus-menerus. Guru hadir bukan untuk menghilangkan masalah, tapi memberi pegangan agar murid tidak tercerai-berai saat hidup terasa “plongaplongo”. Wirid bukan alat sulap, tapi latihan ajeg agar batin pelan-pelan tertata, sampai kerumitan “mbedah dhewe” tanpa kita sadar kapan mulainya. Hasil akhirnya bukan sekadar keberhasilan lahiriah, melainkan ketenangan menerima hidup seperti sekarang ini, sambil tetap ingat bahwa semua bermula dari rutin.
Maka saya memahami kenapa guru menutup dengan kalimat:
“Alhamdulillah hasile yo koyo saiki iki.”
Bukan sombong, bukan pamer,
tapi pengakuan jujur bahwa hidup yang sekarang adalah buah dari kesetiaan kecil yang dulu dijalani tanpa banyak paham.
Dan barangkali, itulah pesan awal tahun yang paling halus:
👉 ojo ngoyak sing rame, sing penting ajeg.




1 comment