×

Kisah al-kharis sebagai pengingat

Kisah Khâris Al-Khafî

(Disampaikan oleh Guru KH. Masda Andi dalam pengajian Bapak Zainal, 07 Januari 2026 — dari Kitab Risalatus Khusyairiyah)

Pada saat pengajian, Guru KH. Masda Andi menyampaikan sebuah kisah yang sangat menyentuh hati. Kisah ini diambil dari Kitab Risalatus Khusyairiyah, tentang seorang hamba Allah yang bernama Al-Khâris Al-Khafî.

Al-Khâris ini, sebagaimana diceritakan guru, bukanlah orang besar, bukan pula seorang ulama terkenal. Dalam kehidupan sehari-hari, beliau hanyalah seorang tukang minum. Jika dilihat dari penampilan lahiriah, tidak ada yang tampak istimewa.

Suatu malam, Al-Khâris berjalan sendirian. Malam itu sunyi. Ketika melangkah, beliau melihat selembar tulisan undangan yang di dalamnya terdapat lafadz “Allah”, tergeletak di pematang sawah dan terinjak-injak oleh orang yang lewat.

Al-Khâris berhenti. Ia tidak melanjutkan langkahnya. Hatinya tergerak.

Tulisan itu kemudian diambil, dibersihkan, lalu diolesi minyak, dan disimpan di dalam lemari, ditempatkan di tempat yang lebih layak dan lebih mulia.

Tidak ada yang melihat.

Tidak ada yang memuji.

Tidak ada yang tahu.

Namun, sebagaimana disampaikan guru, pada malam itu juga, Al-Khâris diundang oleh Allah dan diangkat menjadi Wali Allah.

Bukan karena banyaknya ibadah lahir.

Bukan karena kedudukan sosial.

Bukan karena penampilan luar.

Tetapi karena adab kepada Asma Allah, dan rasa pengagungan yang tulus, meskipun melalui perbuatan yang terlihat kecil dan sederhana.

Guru kemudian menyampaikan dengan nada yang dalam:

“Kadang Allah mengangkat derajat seseorang bukan dari perkara-perkara besar, tetapi dari hati yang bersih dan sikap tidak meremehkan hal-hal kecil.”

Pesan yang Menjadi Pegangan

Di akhir cerita, Guru KH. Masda Andi menyampaikan pesan yang sangat penting, dan ini menjadi dasar bagi saya pribadi, khususnya bagi jamaah Ashkhabiyyah:

Jangan sekali-kali meremehkan seseorang, meskipun secara lahiriah tampak sederhana atau tidak seperti kita.

Karena kita tidak pernah tahu:

siapa yang paling dekat dengan Allah, siapa yang amalnya paling diterima, dan siapa yang justru diangkat derajatnya hanya karena satu adab kecil yang tulus.

Kisah Al-Khâris Al-Khafî ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi cermin untuk hati kita hari ini—agar lebih rendah hati, lebih berhati-hati, dan lebih memuliakan apa pun yang berhubungan dengan Allah

Kisah al-kharis sebagai pengingat

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca