×

Seng Penting Rutin Bagian 2

(Catatan Dawuh Guru – 8 Januari 2026)

Tulisan ini tentu tidak akan pernah mampu menggambarkan seluruh kemuliaan sosok Guru kami. Namun setidaknya, dari pengalaman dan kisah yang disampaikan, kita dapat mengambil teladan tentang kehidupan seorang Guru yang dimuliakan Allah.

Sebagaimana dawuh Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani:

من أراد الفلاح فليصر ترابا تحت أقدام الشيوخ

“Barang siapa menghendaki keberuntungan, hendaklah ia menjadi debu di bawah telapak kaki para guru.”

Semoga kita semua memperoleh keberkahan dari para Guru kita.

Aamiin.

Eling-Elingen…

Dudu awak dewe sing memilih dadi murid.

Dalam dunia tasawuf, pernyataan bahwa “bukan engkau yang memilih menjadi murid” memiliki makna spiritual yang sangat dalam. Ia berkaitan dengan hakikat kehendak, takdir, dan kasih sayang Allah.

Murid adalah orang yang diinginkan oleh Tuhan.

Para sufi meyakini bahwa seseorang tidak akan memiliki keinginan untuk mencari dan mendekat kepada Allah, kecuali jika Allah terlebih dahulu menghendaki orang tersebut untuk mendekat kepada-Nya.

Keinginan untuk belajar agama dan tasawuf sejatinya adalah pantulan dari kehendak Allah yang sedang menarik hati kita.

Jika Allah tidak menggerakkan hati dan memberikan hidayah khusus, maka sejuta guru pun tidak akan mampu membawamu ke jalan ini.

Tasawuf mengajarkan bahwa merasa “aku yang memilih” adalah kesombongan halus.

Sebaliknya, merasa dipilih dan dipanggil akan melahirkan rasa faqir, merasa tidak memiliki daya dan upaya apa pun, serta rasa syukur karena mendapat anugerah yang luar biasa: diundang ke hadirat-Nya.

Perjumpaan dengan Guru Ruhani Bukanlah Kebetulan

Perjumpaan dengan Guru ruhani tidak pernah dianggap sebagai kebetulan.

Ruh-ruh itu ibarat pasukan yang berbaris; yang saling mengenal akan saling terpikat.

Seorang Guru sejati sering kali telah melihat muridnya secara ruhani, jauh sebelum sang murid menyadarinya. Maka ketika seseorang merasa memilih Guru, sejatinya sang Guru—atas izin Allah—telah menerima dan menarik ruh murid tersebut.

Sebagai adab, perjalanan spiritual ini bukan tentang kehebatanmu dalam mencari, tetapi tentang kerinduan Allah kepadamu, yang termanifestasi dalam bentuk pencarianmu.

Faham ta…?

Kesimpulan

Engkau mencari karena engkau sedang dicari. Engkau mencintai karena engkau terlebih dahulu dicintai.

Allah Maha Baik, Maha Uapik Tenan.

Bersyukurlah jika awak dewe dipilih.

Bukan awak dewe sing memilih, tetapi Allah yang memilih awak dewe.

Awas ojo GR!

Bersyukurlah… bersyukurlah…

Ketika awak dewe ditarik masuk ke jam’iyyahan apa pun, di mana pun, yang penting Gurunya bersanad dan jelas.

Tentang Ashkhabiyyah

Ashkhabiyyah tidak mudah mengatakan “kafir”,

tidak mudah mengatakan “syirik”,

dan tidak merasa paling lurus sendiri.

Ashkhabiyyah tidak mudah menyalahkan amaliyah yang memiliki dalil.

Jamaah Ashkhabiyyah seharusnya rajin beribadah tanpa merendahkan orang lain.

Memahami sunnah, tetapi tetap menjaga adab.

Hadits menjadi petunjuk hidup, bukan alat untuk menghantam tradisi umat Islam.

Ayat Al-Qur’an membawa rahmat, bukan provokasi dan kebencian.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan membawa barokah bagi kita semua,

dalam rangka menyambut tamu agung pada acara:

Penutupan Sementara

🗓 16 Januari 2026 / 28 Rajab 1447 H

🕖 Jum’at Malam Sabtu, pukul 19.30 WIB

📍 Musholla Sirojul Ummat

Catatan penulis:

Sangat jarang Guru menyampaikan dawuh pada sore hari. Biasanya beliau mewanti-wanti di pagi hari, dan menyampaikan pesan pada malam hari. Ketika dawuh ini disampaikan di siang hari, ada rasa batin bahwa terdapat kondisi ruhani tertentu yang melatarbelakanginya. Maka dawuh ini ditulis dan didokumentasikan, tanpa mengubah isi sedikit pun, sebagaimana disampaikan oleh Guru kami KH. Masda Andi pada tanggal 8 Januari 2026.

Seng Penting Rutin Bagian 2

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca