Mengaji Kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali
Pada malam ke-5 Ramadhan 1447 H, dalam pengajian yang disampaikan guru kami, dijelaskan tentang adab berdoa menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin.
Beliau menyebutkan bahwa adab berdoa itu banyak, dan di antaranya ada 10 adab utama.
Kesimpulan yang sangat dalam dan menohok hati:
“Adab ora ngerti kok jalok diqobul.”
(Tidak tahu adab, tapi minta dikabulkan.)
Doa bukan sekadar meminta. Doa adalah ibadah, dan ibadah punya tata krama.
1️⃣ Adab Pertama: Memilih Waktu-Waktu yang Mulia (Aqot asy-Syarifah)
Imam Al-Ghazali menasihatkan agar seseorang memanfaatkan waktu-waktu yang mulia untuk berdoa, karena pada waktu-waktu tersebut doa lebih dekat untuk dikabulkan.
Apakah selain waktu mulia tidak boleh berdoa?
Tentu boleh. Allah membuka pintu doa kapan saja. Namun, Allah juga memberi waktu-waktu khusus yang istimewa, yang disebut waktu mustajab.
Di antara waktu-waktu tersebut:
🌙 Sepertiga Malam Terakhir
Rasulullah ﷺ bersabda:
Yanzilu Rabbuna tabaraka wa ta‘ala kulla laylatin ila as-sama ad-dunya hina yabqa tsulutsul laylil akhir, fayaqulu:
Man yad‘uni fa astajiba lahu,
Man yas’aluni fa u‘tiyahu,
Man yastaghfiruni fa aghfira lahu.
Artinya secara ringkas:
“Rabb kita Tabaraka wa Ta‘ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman:
Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan.
Siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku beri.
Siapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Inilah waktu yang sangat agung. Bukan sekadar sunyi, tapi langit sedang terbuka.
🌄 Hari Arafah (9 Dzulhijjah)
Hari ketika jamaah haji sedang wukuf di Padang Arafah. Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai hari terbaik untuk berdoa.
🌙 Bulan Ramadhan
Ramadhan adalah bulan rahmat, bulan ampunan, bulan pembebasan dari api neraka. Setiap malamnya penuh keberkahan, terlebih lagi di waktu sahur.
🕌 Hari Jumat (Sayyidul Ayyam)
Hari Jumat adalah pemimpin hari-hari. Di dalamnya ada satu waktu mustajab yang tidak diketahui secara pasti, agar kita memperbanyak doa sepanjang hari itu.
Pesan Guru:
“Jika orang ngamal sudah tahu ilmunya, tidak akan susah orang mukmin untuk mengamalkan.”
Ilmu membuat amal menjadi ringan.
Tahu waktu mustajab, maka kita tidak akan menyia-nyiakannya.
2️⃣ Adab Kedua: Memanfaatkan Keadaan yang Mulia
Selain waktu yang mulia, ada juga keadaan-keadaan tertentu yang membuat doa lebih dekat untuk dikabulkan.
🕌 Saat Masuk Shalat Fardu
Ketika shalat fardu dimulai, pintu langit dibuka. Maka jangan hanya berdiri secara fisik, tapi hadirkan hati dan perbanyak doa dalam shalat.
📢 Waktu Antara Adzan dan Iqamah
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak.
Maka ketika adzan berkumandang, jangan hanya menunggu. Gunakan waktu itu untuk memohon.
🤲 Saat Sujud
Rasulullah ﷺ bersabda:
Aqrabu ma yakunu al-‘abdu min rabbihi wa huwa sajidun fa aktsiru ad-du‘a.
Artinya:
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa.”
Sujud bukan hanya gerakan.
Sujud adalah puncak kehinaan diri di hadapan Allah.
Di situlah doa paling mudah menembus langit.
Penutup
Adab berdoa bukan sekadar teori.
Ia adalah tata krama seorang hamba kepada Tuhannya.
Kalau kita ingin doa cepat sampai,
maka perbaiki adab sebelum memperbanyak permintaan.
Semoga Ramadhan ini bukan hanya bulan meminta,
tetapi bulan belajar menjadi hamba yang tahu diri.
Wallahu a‘lam.



1 comment