×

Eling lan Tuntunan: Antara Ilmu lan Amal

Kematian semakin mendekat kepada kita. Eling-eling niki…

“Temen awak dewek matine wis cedek banget…”

Kesadaran ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membangunkan hati agar tidak lalai dalam menjalani hidup.


Semangat dalam Jalan Ngaji lan Ngamal

Meskipun usia dan keadaan terasa terbatas, tetap niatkan untuk ikut dalam majelis kebaikan:

“Semangat niati nderek pembukaan Jam’iyyah Al Ashkhabiyyah, masio umure gak nutut nganti malam Sabtu.”

Yang dilihat bukan panjangnya waktu, tetapi kesungguhan hati.


Ilmu vs Amal: Mana yang Didahulukan?

Guru kita dawuh dengan tegas:

“Ilmu kuwi nomer loro, nomer siji amal… tapi ilmu kudu didisikno tinimbang amal.”

Ini bukan pertentangan, tetapi penempatan yang tepat.

Penjelasannya:

  • Amal adalah tujuan
  • Ilmu adalah penuntun

Maka:

  • Ilmu tanpa amal → kurang sempurna
  • Amal tanpa ilmu → tidak diterima

Sebagaimana dawuh beliau:

“Ilmu tok tetep diterima masio durung sanggup nglakoni, nanging amal ora diterima tanpa didasari ilmu.”

Iki penting sanget. Wong sing ngamal tanpa ilmu:

  • bisa salah niat
  • bisa salah cara
  • lan pungkasane ora diterima

Fenomena Amal Tanpa Ilmu

Beliau juga mengingatkan realita yang sering terjadi:

“Akeh wong ngamal tanpa ngelmu…”

Contoh sederhana dalam kehidupan:

  • ibadah kurban
  • zakat fitrah
  • lan amalan lainnya

Sering dilakukan, tetapi tidak semua memahami ilmunya secara benar.

Maka hasilnya bisa:

  • tidak sah
  • atau tidak sempurna

Tanda Orang yang Dikehendaki Kebaikan

Dalam dawuh yang penuh harapan:

“Sopo wong sing dikarepno apik Allah nang dunya akhirate, bakal dipermudah dalam memahami agama.”

Ini sejalan dengan hadits Nabi ﷺ:

“Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka ia akan dipahamkan dalam agama.”

Artinya:

  • semangat ngaji adalah tanda kebaikan
  • kemudahan memahami agama adalah anugerah besar

Doa: Harapan Seorang Hamba

“Ya Robb, jadikanlah kami semua termasuk golongan yang dikehendaki khoir fid dini wad dunya hattal akhiroh. Aamiin.”

Ini adalah doa agar:

  • baik dalam agama
  • baik dalam dunia
  • dan baik hingga akhirat

Munajat yang Penuh Kerendahan

Dawuh yang sangat menyentuh dari Abah Masda Andi:

“Sebusuk apapun aku Ya Allah…
mohon jangan libatkan orang tuaku dalam dosaku.
Tapi sekecil apapun kebaikanku…
mohon beri juga orang tuaku pahalanya Ya Robb…
Bismillah nawaitu…”

Ini adalah puncak adab seorang hamba:

  • mengakui dosa tanpa membela diri
  • menjaga orang tua dari akibat keburukan
  • menghadiahkan kebaikan kepada mereka

Penutup

Hidup ini singkat, kematian dekat, dan kesempatan tidak selalu datang dua kali.

Maka:

  • kuatkan niat
  • perbanyak ngaji
  • seimbangkan dengan wirid dan amal

Semoga kita semua termasuk golongan yang:

  • diberi ilmu yang manfaat
  • diberi amal yang diterima
  • dan dipungkasi dengan khusnul khotimah

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Eling lan Tuntunan: Antara Ilmu lan Amal

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca